International Basic Science Conference 2016

IBSC 2016The First International Basic Science Conference (IBSC) 2016 yang mengambil tema “Toward the extended use of Basic Science for enhancing health, environment, energy, and biotechnology” dibuka oleh Rektor Universitas Jember Moh. Hasan di Gedung Rektorat Lantai 3 (26/9). Konferensi Internasional yang diprakarsai oleh FMIPA Universitas Jember dan didukung sepenuhnya oleh Universitas Jember dan Kemenristekdikti diikuti oleh peneliti, akademisi dan mahasiswa yang berasal dari Perguruan Tinggi negeri swasta Indonesia, juga beberapa dari luar negeri. Selain mengikuti Plenary Session dengan Keynote Speaker para ahli bidang basis science, sebanyak 229 peserta mengikuti Parallel Session selama 2 hari (26-27/9) yang dilaksanakan di Gedung CDAST Universitas Jember dengan rincian 215 Paper Presenter dan 14 Poster Presenter.

“Anggaran riset di bidang basic science di Indonesia masih kurang, padahal hasil penelitian di bidang basic science banyak yang menjadi pendorong kemajuan di bidang lain seperti kedokteran, pertanian, teknik dan lainnya. Saya berharap IBSC 2016 ini akan menjadi langkah awal untuk menjalin kerjasama penelitian antar lembaga khususnya Universitas Jember juga antar peserta konferensi” ujar Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember yang juga salah satu dosen pengajar di Program Studi Matematika FMIPA. Sebelumnya, Ketua Komite IBSC 2016 Agung Tjahjo Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan konferensi internasional ini merupakan bagian dari solusi bagi permasalahan di bidang kesehatan, lingkungan, energi dan bioteknologi sesuai dengan tema yang diusung pada The First International Basic Science Conference (IBSC) 2016.

Pelaksanaan Plenary Session IBSC 2016 (26/9) hari pertama di Gedung Rektorat Lantai 3 sebagai pembicara utama adalah pakar Fisika dari School of Physicals Sciences of Jawaharlal Nehru University, India, Prof. Ram Ramaswamy , Ph.D dan pakar Biologi Dr. Mulyoto Pangestu dari Monash University dengan moderator Dr. rer.nat. Kartika Senjarini, S.Si., M.Si. pada sesi pertama. Selanjutkan dengan moderator Drs. Achmad Sjaifullah, M.Sc., Ph.D. menghadirkan pakar Kimia, Prof. Manabu Abe dari Hiroshima University, dan pakar Biokimia dari ITB, Prof. D.Sc. Zeily Nurachman pada sesi kedua. Sementara di hari kedua (27/9), yang menjadi pembicara utama adalah pakar statistika dari La Trobe University, Agus Salim, Ph.D. dan ahli Biologi dari Laboratory Animal Sciences, University of Zurich, Switzerland, Dr. Sabine Specht pada sesi pertama dengan moderator Prof. Drs. I Made Tirta, M.Sc., Ph.D. pada sesi pertama dilanjutkan sesi berikutnya oleh pakar bioteknologi dari Universitas Jember, Prof. Bambang Sugiharto dengan moderator Agung Budi Santoso, S.Si., M.Si.

DSCN7617 DSCN7653
DSCN7676 DSCN7686

Parallel Session di Gedung CDAST yaitu Poster Presenter dilaksanakan di lantai 4 dengan memaparkan hasil penelitian peserta dalam bentuk poster yang dinilai oleh para ahli basic science. Untuk Paper Presenter dibagi menjadi 6 kelas di lantai 4-5 dengan 2 sesi di hari pertama dan 3 sesi pada hari kedua. Para peserta IBSC 2016 diberikan pilihan untuk publikasi hasil penelitiannya di PERTANIKA – Journal of Science and Technology, Special Edition. (Indexed by Scopus), Indonesian Journal of Chemistry (Indexed by Scopus) atau Jurnal Ilmu Dasar (JID) FMIPA The University of Jember.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *